New Blog
Wow, kenapa nich ujug-ujug judul postingan saya new blog. Apakah aku punya blog baru? Bukan, tapi sekarang saya mengganti nama blog saya dengan nama asli saya di dunia nyata, Cahya. Bukan Tiffa lagi.
Kenapa?
Awalnya saya memberi nama Tiffa karena saya pikir nama keponakan saya bernama Tiffa, tahunya saya salah dalam penulisannya yang benar adalah Thiva. Entah kenapa sekarang saya senang menggunakan nama asli saya dibanding dengan Tiffa, selain nama Tiffa memang tidak ada hubungan sama sekali dengan saya. Walaupun saya tahu dalam lingkaran para blogger Indonesia jarang atau saya belum pernah menemukan nama Tiffa, sedangkan nama Cahya saya rasa di Indonesia cukup pasaran dan telah ada nama blogger yang bernama Cahya, walaupun nama saya pasaran tentu saja saya lebih senang menggunakan nama saya.
Blognya pun sekarang bernama Diary Cahya, tentu saja dengan nama tersebut para narablog tahu khan isi dari blog ini adalah tentang curhatan dan pemikiran saya pribadi, apa yang saya alami, apa yang saya lihat, dan apa yang saya rasakan. Baik itu pengalaman pribadi saya atau lingkungan di sekitar saya, apapun itu. Dan saya berharap para narablog bisa mengambil hikmah dari pengalaman saya atau lingkungan di sekitar saya, inilah kisah nyata tanpa ada kisah non fiksi (saya harap) seperti itu. Seperti itulah diary pada umumnya, hanya saja ini diary elektronik yang bisa dibaca oleh semua orang, tentu saja nama-nama orangnya akan saya samarkan, jadi yang merasa dan kenal saya di dunia nyata jangan geer ya kalau itu kisah kalian, pengalaman hidup manusia pada umumnya hampir sama saya rasa.
Yeah new blog dan saya harap saya juga mengalami perubahan hidup yang jauh lebih baik dari segi apapun : iman, mental, edukasi/pengetahuan, asmara, pergaulan, ekonomi, kesehatan, semua hal dalam hidup saya harap akan jauh lebih baik, begitu juga hidup para narablog yang baca postingan saya ini juga mengalami hal yang serupa, perubahan ke arah yang lebih baik. Aamiin.
Lingkungan yang Buruk
Lingkungan yang dimaksud di sini bukanlah lingkungan dalam arti sebenarnya tapi yang saya maksud adalah pergaulan atau pertemanan.
Entah beberapa waktu yang lalu, saya merasa saya salah pergaulan, berada dalam lingkungan yang salah, yang membuat saya sangat tidak nyaman.
Kenapa tidak nyaman? Iya, saya berada di lingkungan orang-orang yang “meninggikan” dirinya dan merendahkan orang lain salah satunya saya, dan orang yang melakukan itu memang 1-2 orang, yang memang vokal sekali, tidak mau introspeksi diri, tapi giliran dibales dengan hinaan atau kritik malah ocehannya dia begitu panjang, sampai males deket-deket dengan orang tersebut, tapi terpaksa dengan suatu keadaan yang membuat saya harus berada dalam lingkaran pergaulan tersebut.
Sampai satu titik, oke terserah orang mau melecehkan saya kayak apa, mau pamer apa, mau nyombong diri apa, saya ga peduli, yang penting bukan Sarry Cahya Baroto yang jadi seorang penipu dan penghina, bahkan menyombongkan diri dengan melecehkan orang lain, jangan sampai saya punya perilaku seperti itu. (bagian kalimat ini sempat saya tulis di status facebook)
Saya mendapatkan komen balasan dari sahabat lama, kenal melalui facebook juga. (Temen dunia maya, yang cukup menyenangkan, malah lebih menyenangkan daripada beberapa temen yang ada di dunia nyata saya)
Teman : Wes mantab neh, tunjukkan kalau semuanya itu ga bener, walah kayak tau ae masalah e apa, hihihihihihi, semangat mbak.
Saya : Semangat donk, aku merasa berada dalam “lingkungan yang buruk”. Ingin menarik diri tapi ga bisa, mau ga mau/suka ga suka harus bergaul dengan lingkungan tersebut (kepaksa).
Teman : Betul, tapi yang lebih bahaya di lingkungan tersebut, ibarat kita kambing apabila kita berada di kandang ular, yang ada kita tidak akan mengembek, malah sebaliknya ikut mendesis, jika ga, kita siap untuk di bantai di kandang tersebut.
Dari perbincangan tersebut, membuat saya terus berpikir, apabila saya hanya diem aja, saya akan terus diinjak-injak harga dirinya dengan dihina dan dengan dia terus menyombongkan dirinya (ampun dech, udah gagal aja masih sempet-sempetnya nyombongin diri dan merendahkan aku, gimana kalau lu berhasil ya, ga habis mikir, pantesan aja Allah jatuhin lu karena pakaian sombong itu yang boleh cuma Allah). Tapi kalau saya tetap bertahan di sana dengan melawan berarti saya harus mendesis yaitu ikut membalas menghina atau mengikuti perilaku negatifnya, yang membuat kata hati berontak. Mengikuti sesuatu yang negatif/buruk itu jauh lebih mudah, tapi nantinya saat saya ingin balik ke kehidupan normal dan bener akan membutuhkan perjuangan yang ekstra keras.
Alhamdulillah, Allah memang punya caranya sendiri, ada suatu kejadian yang membuat saya tidak terus menerus berkumpul dengan mereka dan itu bukan dimulai dari saya, tapi terlihat dari saya. Jujur saja saat tidak bersama dengan mereka, justru hati saya merasa lebih bahagia, lebih nyaman.
Dengan sempet terjerumus di lingkungan buruk tersebut, membuat saya introspeksi diri habis-habisan, kenapa saya bisa berada dalam lingkungan seperti itu, salah dan dosa apa saya memiliki teman dengan perilaku-perilaku seperti itu, karena saya percaya lingkunganmu adalah cerminanmu. Yach di saat lingkungan saya buruk berarti saya masih memiliki perilaku yang sama buruknya, itu yang saya introspeksi diri, dan akan saya ubah perilaku-perilaku buruk saya sehingga nanti saya bisa mendapatkan pergaulan yang berkualitas baik. Aamiin.
Tebak-Tebakkan
Perbuatan apa yang diharamkan Tuhan dan dibenci setan?
Ayo jawab! Ada yang bisa nebak jawabannya?
Jawabannya adalah memperkosa anak setan
The Power of 20 Ribu
Boros itu bukan salah Anda, tapi salah program pikiran Anda.
Yuk, diuninstall dulu program pikiran Anda yang sekarang dan menginstall program pikiran yang baru, yang lebih baik agar tidak jadi individu yang boros.
Mau tahu caranya gimana?
Wani piro? #dilempar sandal jepit sama narablog.
Oke-oke, aku bagi ilmunya dech… sukses, berkah, dan berlimpah bersama yuk.
- The power of 20 ribu itu jembatan untuk memprogram ulang pikiran Anda.
- Caranya sangat mudah, sangat sederhana. Anda harus menyiapkan celengan yang sulit dibuka, yang transparan. Kalau ga ada celengan transparan pake aja toples transparan, kayak saya pake tempat untuk menyerap lembab di ruangan. Kreatif khan
.
3. Kenapa yang sulit dibuka celengannya? Biar Anda sulit untuk ambil duit yang ada di celengan, karena itu hak celengan.
4. Kenapa celengan yang transparan? Biar Anda bisa melihat tumpukan uang yang sudah ada di celengan, jadi tambah semangat ngisi celengannya dech.
5. Setelah kamu selesai baca postingan saya ini, setiap Anda dapet uang 2o ribu WAJIB kamu masukkin ke celengan.
6. Cara ini tidak berguna sampai Anda melakukannya sekarang juga.
7. Terus uangnya buat apa? Uangnya hanya boleh untuk investasi sampai hasilnya membuat Anda bebas financial. Buat modal usaha/bisnis, beli properti, beli emas.
8. Kenapa mesti 20 ribu? Udah ga usah banyak nanya, lakuin aja sekarang, ga pake TAPI dan NANTI, ntar tahu sendiri kok jawabannya setelah melakukan program the power of 20 ribu.
9. Saat sudah bebas financial, Anda tinggal fokus ibadah dan menghabiskan waktu dengan keluarga, ga perlu sakit hati diperlakukan tidak adil dan tidak hormat oleh atasan.
Bebas financial adalah uang yang akan bekerja untuk Anda dengan menghasilkan pasif income, bukan Anda yang bekerja untuk uang.
Hijaukan hati, hijaukan mata, hijaukan lingkungan dengan nanam pohon, dan hijaukan celengan dengan uang 20 ribu.
Tips dalam Sebuah Hubungan
Jangan berhenti mendengarkan cerita pasangan
Saat masih awal berhubungan baik masih pacaran atau awal menikah, sangat memberikan perhatian dengan mau mendengarkan cerita, keluh kesah, masalah dari pasangan. Lakukan itu terus. Jangan sampai pasangan kita cerita masalah hidupnya ke orang lain, apalagi wanita atau pria lain. Hati-hati lho nanti bisa kepincut dengan lawan jenis terus Anda ditinggal.
Jangan menghilangkan romantisme
Awal hubungan ngasih bunga mawar, puisi, makan malem romantis, memanggil pasangan dengan panggilan sayang, pergi nonton, ya lakukan hal-hal yang waktu baru-baru jadian saat kencan gitu dech. Sesekali perlu dilakukan kembali untuk mengingat kisah cinta Anda.
Jangan menyalahkan pasangan dalam segala hal
Ingatkan pasangan saat melakukan kesalahan dengan cara halus tapi juga perlu diingat Anda memberitahunya jangan dengan marah-marah dan pasangan yang diingatkan harus terima kritik juga mau melakukan perubahan sikap.
Jangan lari dari pertengkaran
Saat berantem dengan pasangan Anda lalu ngeloyor pergi jalan-jalan ke mall atau sudah siapkan koper sambil nyanyi pulangkan saja aku ke rumah orang tuaku. Selesaikan masalah dulu, baru dech pergi jalan-jalan berdua dengan pasangan.
Jujur ini hal yang agak sulit menurut saya karena saya pun kalau berantem lebih sering orangnya saya tinggal, soalnya males juga ngeladenin orang yang emosinya lagi sama-sama tinggi, menurutku buang-buang energi.
Jujur soal keuangan
Masalah pemicu utama perceraian adalah ekonomi, yang saya tahu, yaitu uang. Jadi jujurlah dalam soal keuangan terhadap pasangan, buat buku pengeluaran masing-masing setiap harinya.
Jangan berhenti bersolek dan memperhatikan diri
Biasanya orang yang kalau sudah menikah cenderung tidak memperhatikan penampilannya lagi karena berpikir saya khan sudah laku, lalu untuk apa dandan lagian di rumah juga atau tidak mengurus badan lagi sehingga badan Anda menjadi gemuk atau berperut buncit. Di luar rumah, pasangan Anda banyak bertemu orang, wanita/pria yang menjaga penampilannya baik bentuk tubuh, wangi tubuh, atau dandan. Dan pasangan Anda terpesona dengan lawan jenis di luar sana sehingga akhirnya meninggalkan Anda.
Introspeksi diri dulu ya saat pasangan Anda meninggalkan Anda untuk wanita/pria lain, mungkin kesalahan bukan pada pasangan Anda tapi bisa terjadi karena Anda sendiri tidak “menjaga” pasangan Anda.
Hubungan di sini bisa untuk pernikahan atau pacaran. Taaruf bisa ga ya? Ga, karena taaruf yang bener itu tidak dalam jangka waktu lama, dan tidak dari jarak dekat untuk mengenal pasangan.
Pantai Pink di Lombok Itu Indah
Pulau Lombok seperti kembarannya Pulau Bali, hanya saja masih belum seramai Pulau Bali. Letak Pulau Lombok dan Pulau Bali yang jaraknya dipisahkan Selat Lombok, membuat banyak kemiripan adat dan budaya, makanan, nama pantai yang sama yaitu Pantai Kuta, serta banyak lokasi wisata yang eksotis. Membuat saya penasaran ingin berlibur ke Pulau Lombok.
Salah satu lokasi wisata eksotis yang ingin saya kunjungi di Lombok adalah Pantai Pink karena di Bali tidak ada pantai yang memiliki pasir berwarna pink dan saya menyukai warna pink. Dari foto juga terlihat rindang dengan pohon sehingga tampak sejuk dan pasirnya terlihat bersih, tidak tampak sampah berserakan di pantai tersebut.
Bangkitlah Indonesia dengan Sedekah
Tulisan ini sebenarnya saya tulis atas bentuk untuk “pengingat” diri sendiri serta suatu kemirisan saya tentang gaya hidup beberapa orang yang ada di Indonesia tepatnya yang di sekitar lingkungan saya termasuk saya dan yang disorot media baik media cetak atau televisi.
Kemirisan saya itu seperti mall, tempat karaoke, tempat “hiburan malam” yang selalu ramai banyak orang yang menghabiskan uangnya dalam waktu sekejap dan tidak ada atau kurang ada manfaatnya untuk orang lain kecuali keuntungan para kapitalis yaitu pemilik modal dan membeayai gaji karyawan sehingga membantu sedikit pengangguran yang ada di Indonesia.
Bisa dibayangkan saat ada seorang anak mendapat hadiah mobil seharga 9 Milyar, disisi lain ada seorang anak yang kekurangan gizi karena ketidakmampuan ekonomi orang tuanya untuk membeli makanan.
Saya pernah membaca di Majalah Islam gratisan sebagai hadiah kalau sedekah di sana yang isi dari salah satu artikelnya seperti ini “Seandainya orang Islam di Indonesia mau bersedekah 2,5 % dari hasil kekayaannya, tidak akan ada orang miskin di Indonesia.”
Kata sedekah, saya ganti dengan kata berbagi di artikel ini.
Berbagi sedikitnya memiliki 5 manfaat :
- Membuat orang lain senang dan pemberi akan disenangi orang
- Mengundang datangnya rezeki bagi pemberi, bahkan berlipat-lipat
- Menolak bala/musibah
- Menyembuhkan penyakit
- Memanjangkan umur
Sudah lihat manfaatnya berbagi? Masih tidak mau berbagi penghasilan ke orang yang kurang mampu?
Diharapkan dengan semakin banyak orang di Indonesia yang lebih peduli terhadap kaum dhuafa yang ada di Indonesia, Indonesia bisa bangkit dari segala masalah yang ada yaitu utang terhadap luar negeri. Menolak musibah yang akan datang seperti gempa bumi, banjir, gunung meletus, tsunami, pesawat jatuh, kapal terbakar, kebakaran, dan lain-lain, bukannya setelah musibah datang baru berbondong-bondong untuk berbagi.
Cara berbagi bisa dilakukan dengan berbagai macam, contohnya adalah :
- Lemari pakaian Anda penuh? Pilih dan seleksi pakaian yang kurang Anda suka tapi masih layak pakai, kumpulkan pakaian tersebut, lalu Anda berikan ke orang yang kira-kira bajunya sudah robek atau compang-camping di jalan.
- Lemari buku Anda sudah penuh? Pilih dan seleksi buku yang kurang Anda suka atau sudah pernah dibaca, kumpulkan buku tersebut dan Anda pergi ke perpustakaan yang ada di kampung-kampung untuk menyerahkan buku tersebut sehingga buku-buku itu bisa dimanfaatkan lebih banyak orang dan bisa mencerdaskan anak Indonesia.
- Anda tidak rela buku diserahkan ke orang lain? Bukalah perpustakaan mini di rumah Anda, izinkan orang-orang di sekitar rumah Anda membaca buku di tempat.
- Punya rezeki lebih berupa uang? Ini lebih baik lagi, Anda bisa membelikan beberapa makanan dan Anda bagikan ke pemulung, tukang becak, tukang sampah, tukang parkir, pembersih jalanan, penjual koran di jalan, dan semacamnya.
- Punya rezeki berlimpah berupa uang? Ini sangat baik, Anda bisa berikan ke orang-orang yang membutuhkan atau meminjamkan/memberikan modal usaha ke orang yang tidak memiliki modal tapi memiliki ketrampilan berwirausaha.
- Tidak punya pakaian, buku, barang atau uang untuk dibagikan? Anda masih punya tenaga dan ilmu untuk dibagikan. Bagikan sedikit tenaga dan ilmu Anda dengan mengajar anak jalanan bagaimana bersikap sopan santun atau belajar membaca.
Ada banyak cara untuk berbagi, jadi tidak perlu membuat banyak alasan macam-macam, berbagi itu hanya butuh keyakinan apa yang diberikan pasti akan kembali pada pemberi dan keikhlasan hati.
Berbagi terang-terangan, boleh. Berbagi diam-diam, lebih baik lagi. Yang tidak boleh dan tidak baik adalah diam-diam tidak berbagi.
Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bangkit di BlogCamp.








Komentar Sopan